TAMBANG EMAS DI JAWA TIMUR




Empat dari 9 kabupaten/kota di Jatim berpotensi memiliki sumber daya alam tambang. Dari sembilan trsebut, 4 diantaranya adalah daerah penghasil tambang yang masuk katagori grade pertama.
“Itu di Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro. Untuk yang lima kabupaten/kota potensial tambang lainnya di Jatim masuk grade kedua,” ujar Bidang Investasi daerah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Abdul Hamid, Kamis (28/8/2014).
Meski demikian, kata Hamid, lima daerah lainnya yang masuk katagori grade kedua bukan berarti tidak memiliki potensi lebih. Sebut saja Banyuwangi. Kabupaten di ujung timur yang masuk grade kedua ini layak dikembangkan potensinya. “Di grade kedua ini ada Banyuwangi, Situbondo, Probolinggo, Malang dan Pasuruan. Di Banyuwangi inilah ada potensi unggulan berupa tambang emas,” ungkapnya.
Mengacu peta tambang, Banyuwangi memiliki keunggulan dalam eksplorasi emas. Kini, eksplorasi tambang emas di Banyuwangi sedang dikerjakan dalam bentuk kerjasama antara Indonesia dengan investor Jepang. “Ada sekitar 500 ton yang sekarang sedang dikerjakan. Itu belum termasuk potensi Lumajang yang juga memiliki 60 ribu hektar pasir besi yang bisa menumbuhkan perekonomian daerah,” tambahnya.
Hamid juga menuturkan, potensi Jatim dengan 38 kabupaten/kotanya, bukan sebatas pada sektor pertambangan saja. Ia menyebut, di jalur selatan Jatim, juga memiliki kelebihan dalam hal potensi. “Ada komoditas perkebunan yang bisa dikelola dip eta selatan Jatim itu,” katanya.
Beruntung, potensi daerah tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk pengembangannya. Ini lantaran kebijakan Pemprov yang mengeluarkan Sistem Inovasi Daerah (SIDA) Jatim yang mampu memberikan pencerahan. “Yang ujungnya, bisa menumbuhkan potensi perkebunan di jalur selatan itu,” jelasnya.
Terkait kebijakan tersebut, semakin memudahkan investor untuk menanamkan modal di daerah-daerah potensial. Para penanam modal tersebut bisa mengembangkan bisnis perkebunan yang meliputi beberapa komoditas unggulan, seperti kelapa, kakao, kopi, jambu mete, cengkeh, tembakau, tebu, kapok randu, kapas dan jarak.
“Komoditas ini memiliki prospek bagus untuk dikembangkan dan dikelola menjadi bisnis perkebunan yang besar. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor manca negara,” katanya kemarin.
Dari beberapa potensi tersebut, Hamid memaparkan, sebenarnya sumber daya alam yang dimiliki Jatim merata di tiap daerahnya. Bahkan, kata Hamid, sebaran potensi dari daerah-daerah tersebut tergolong unggul dan variatif dengan jenis serta komoditasnya. “Sejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur ini menjadi incaran pengembangan bisnis bagi para investor,”

Komentar

Posting Komentar